Candi Brongkah, Candi Misterius Di Bawah Tanah Trenggalek

Candi Brongkah terletak di Dusun Brongkah, Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur. Merupakan bangunan candi yang tersusun dari batu bata. Candi ini sekarang berada sekitar 3 meter di bawah permukaan tanah pekarangan Bapak Soim, seorang warga Dusun Brongkah.

Candi Brongkah berada di kedalam 3 Meter dibawah bangunan beratap seng (Foto: Andri. W | IndonesiaBagus.co.id)

Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur – Ditemukan pada tahun 1994 oleh Bapak Soim saat melakukan penggalian untuk membuat sumur – Sampai saat ini belum diketahui secara pasti fungsi dan masa pembangunan Candi Brongkah tersebut. Namun ada dugaan bahwa Candi ini merupakan peninggalan sebuah Kerajaan tua yaitu kerajaan Hasin atau Macin yang diperkirakan pernah berdiri di area Kelutan atau kota Trenggalek saat ini. Nama Hasin atau Macin dikaitkan dengan nama sebuah sungai kuno yang berada sangat dekat dengan lokasi Candi Brongkah, yaitu Sungai Ngasinan. Sungai Ngasinan tersebut juga merupakan sungai terpanjang di Trenggalek dan menjadi hulu Sungai Brantas.

Nama Hasin atau Macin muncul dalam catatan sejarah, yaitu pada Prasasti Baru (1030 Masehi) dari era Raja Airlangga. Dimana dalam prasasti tersebut terdokumentasikan bahwa Raja Airlangga melakukan penyerangan dan menaklukkan wilayah yang bernama “Hasin”. Dalam Prasasti Baru tersebut juga dijelaskan bahwa Raja Airlangga dan pasukannya sempat berkemah di Desa Baru sebelum menyerbu Kerajaan Hasin. Dan saat ini di timur Candi Brongkah terdapat Desa Baruharjo, kecamatan Durenan – Desa Baruharjo inilah yang diperkirakan sebagai “Desa Baru” yang pernah menjadi tempat menginap pasukan Raja Airlangga sebelum menyerang Kerajaan Hasin, karena untuk masuk ke wilayah Hasin harus menyeberangi sebuah sungai yang sekarang bernama Sungai Ngasinan.

Candi Brongkah tersusun dari batu bata merah (Foto: Andri. W | IndonesiaBagus.co.id)

Selain itu, menurut beberapa sumber bahwa Sri Maharaja Kertajaya atau Prabu Dandhang Gendis, raja terakhir Kerajaan Kadiri (Panjalu) yang memerintah sekitar tahun 1194 – 1222 Masehi memiliki salah satu istri yang berasal dari Kerajaan Hasin, yang disebut Dewi Hasin.

Baca juga: Goa Selomangleng, Eksotisme Pertapaan Dewi Kilisuci

Sayangnya, hingga saat ini para ahli Arkeologi maupun sejarah belum dapat mengidentifikasi masa pembangunan Candi Brongkah, sehingga belum dapat dipastikan kebenaran mengenai Candi tersebut merupakan peninggalan Kerajaan Hasin. Meskipun demikian Candi Brongkah tetaplah merupakan peninggalan dari para leluhur Nusantara yang sangat berharga dan penting untuk dijaga serta dirawat keberadaannya oleh siapapun yang mencintai bangsa ini dengan segenap kebesaran sejarahnya. (IB)