Candi Minak Jinggo, Candi Ritual Raja Majapahit

Situs Candi Minak Jinggo berada di sebelah Timur salah satu situs legendaris peninggalan Kerajaan Majapahit, yaitu Kolam Segaran, tepatnya di Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto – Atau sekitar 100 meter di sebelah Selatan makam atau petilasan Putri Campa.

Tumpukan batu andesit dengan berbagai relief (Foto: Andri.W | IndonesiaBagus.co.id)

Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur – Berbeda dengan kebanyakan candi di kawasan Cagar Budaya Nasional Trowulan yang menggunakan bahan batu bata merah, Candi Minak Jinggo memiliki susunan yang memadukan antara batu andesit dengan batu bata merah. Hal tersebut merupakan satu-satunya di kawasan cagar budaya ini.

Pada candi yang juga disebut sebagai “Sanggar Pamelengan” ini ditemukan 2 buah arca yang menggambarkan Mahakala atau Bairawa dengan ciri-ciri berwajah raksasa, mata melotot, bertaring, bersanggul ular, dan tangan kanan memegang pisau belati, dan sebuah arca Kala Makara. Ketiganya kini disimpan di Museum Trowulan, Mojokerto. Selain itu, ditemukan juga sebuah arca Garudha, yang oleh masyarakat setempat disebut sebagai arca Minak Jinggo. Merujuk pada motif dan model relief candi yang masih tersisa, para ahli pun menyimpulkan bahwa Candi Minak Jinggo ini adalah peninggalan Kerajaan Majapahit.

Salah satu sudut bagian dalam Candi Minak Jinggo (Foto: Andri.W | IndonesiaBagus.co.id)

Candi Minak Jinggo terdiri dari dua bagian. Bagian utama berupa susunan bata merah yang menyerupai labirin. Di tengahnya terdapat tempat mirip altar yang diyakini sebagai tempat ritual khusus untuk Raja Hayam Wuruk dan atau keluarga Kerajaan Majapahit. Di altar ini juga ditemukan rahang kepala naga yang hingga saat ini masih berada di tempat ditemukan. Di bagian kedua, terdapat tumpukan batu andesit di sisi barat bangunan utama candi.

Baca juga: Situs Kedaton, Bukti Kemegahan Majapahit yang Sarat Misteri

Meski proses ekskavasi belum selesai dan para ahli juga belum dapat menentukan bentuk sebenarnya dari Candi Minak Jinggo, namun candi ini tetap dapat dikunjungi. Juru Pelihara Candi Minak Jinggo ini pun akan dengan senang hati menemani dan menjelaskan terkait dengan Candi Minak Jinggo. (IB)