Candi Penataran, Maha Karya Kekunoan nan Instagramable

Candi Penataran yang terletak di sebelah Utara kota Blitar, adalah komplek percandian terluas di Jawa Timur, yang dibangun diatas lahan seluas 13.560 m2. Terletak di lereng Barat Daya Gunung Kelud, tepatnya di Dukuh Krajan, Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Blitar.

Gapura kompleks Candi Penataran (Foto: Andri. W | IndonesiaBagus.co.id)

Kabupaten Blitar, Jawa Timur – Kompleks Candi Penataran ditemukan oleh seorang warga negara Belanda bernama Dr. Horsfield, seperti yang tertulis dalam buku “The History of Java”, karya Sir Thomas Stamford Bingley Raffles. Dan di dalam kompleks candi ini terdapat Prasasti Palah dari masa Kerajaan Kadiri dengan angka tahun 1119 Saka (1197 M), yang dikeluarkan oleh Raja Syrenggra*.

Kompleks Candi Penataran (Foto: Andri. W | IndonesiaBagus.co.id)

Dipercaya bahwa nama asli Candi Penataran adalah Palah seperti yang disebut dalam Prasasti Palah. Dibangun oleh Raja Syrenggra sebagai candi gunung yang digunakan untuk tempat upacara pemujaan agar terhindar dari bencana letusan Gunung Kelud.

Prasasti Palah (Andri. W | IndonesiaBagus.co.id)

Kuil Naga yang merupakan salah satu candi di kompleks Candi Penataran dibangun pada tahun 1286. Di kuil Naga ini terdapat relief sembilan orang menyangga naga yang melilit di sekeliling tubuh candi.

Baca juga: Pesona Sang Ken Dedes di Watugede

Dalam Kitab Kakawin Negarakretagama dikisahkan perjalanan Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit (1350 – 1389) ke Candi Palah untuk melakukan pemujaan kepada Hyang Acalapat yang merupakan perwujudan Siwa sebagai Girindra*. Terdapat Kesamaan nama Girindra yang disebut dalam kitab Negarakretagama dengan nama Ken Arok yang memiliki gelar Girindra atau Girinatha menyebabkan muncul dugaan bahwa Candi Penataran adalah tempat pedharmaan bagi Ken Arok. Sedangkan Hyang Acalapat adalah salah satu perwujudan dari Dewa Siwa, yang mana Ken Arok pun dianggap sebagai titisan atau perwujudan Dewa Siwa.

Kuil Naga – Tampak Depan (Foto: Andri. W | IndonesiaBagus.co.id)

Secara umum kompleks Candi Penataran dalam kondisi baik dan terawat. Saban harinya cukup banyak wisatawan yang datang berkunjung. Selain menjadi destinasi wisata domestik maupun mancanegara, Candi Penataran juga sering digunakan untuk upacara keagamaan. Tersedia berbagai fasilitas yang cukup lengkap di kawasan Candi Penataran, seperti toilet umum, mushola, tempat parkir kendaraan bermotor yang lumayan luas, dan juga gazebo-gazebo yang disediakan bagi wisatawan untuk beristirahat.

Kuil Naga – Tampak Samping (Andri. W | IndonesiaBagus.co.id)

Keberadaan Candi Penataran ini sangat membantu mengangkat perekonomian masyarakat di sekitar candi, terbukti dengan adanya beberapa kios yang menjual souvenir, makanan, minuman. Di kawasan candi ini juga sering diadakan pentas budaya, salah satunya yang menjadi agenda rutin tahunan dan terbesar adalah acara “Purnama Seruling Penataran”.

Baca juga: Potret Purnama Seruling Penataran 2019

Di dalam kompleks Candi Penataran juga terdapat beberapa spot foto yang instagramable, sehingga sangat memanjakan para pemburu foto yang instagenic dan memiliki nilai estetika yang tinggi.

Rute :
Untuk mempermudah menuju ke lokasi Candi Penataran, kita ambil titik awal dari lokasi Makam Bung Karno. Dari Makam Bung Karno berkendara ke arah Utara menuju Kecamatan Nglegok. Sesampainya di Kecamatan Nglegok tetap menuju ke Utara mengikuti jalur jalan utama hingga sampai ke Gapura Kawasan Wisata Penataran di Desa Penataran. (IB)

Baca juga: Wisata Ziarah di Makam Putra Sang Fajar

Note :
*Raja Syrenggra adalah raja Kerajaan Kadiri yang memerintah antara tahun 1190 – 1200 Masehi dengan gelar Sri Maharaja Sri Sarweqwara Triwikramawataranindita Çrengalancana Digwijayottungadewa.

*Girindra atau Giri Indra yang berarti Raja penguasa gunung.