Gelar Cap Go Meh, Klenteng Hwie Ing Kiong Berharap Kerukunan

Dalam penanggalan Tionghoa, tahun 2020 merupakan Tahun Tikus Logam, umat Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek 2571 yang jatuh pada tanggal 25 Januari 2020, perayaan ini ditutup dengan diadakannya perayaan Cap Go Meh. Kata “Cap” yang berarti sepuluh dan “Go” yang berarti lima dan “Meh” yang berarti malam, tak heran jika perayaan Cap Go Meh diadakan pada hari ke-15 setelah hari raya Imlek. Dalam Tradisi Tionghoa, perayaan Cap Go Meh ditandai dengan memakan lontong, sayur lodeh, kuah kari dan telur. Makanan-makanan ini merupakan perlambangan dari harapan umat Tionghoa. Dalam kepercayaan Tionghoa, bubur merupakan perlambang sakit. Kebalikan dari bubur, lontong yang berbentuk padat dan panjang, merupakan perlambang dari kesehatan dan umur yang panjang. Sayur Lodeh memiliki warna kuning yang berasal dari kunir. Warna kunir yang mirip dengan warna emas dianggap sebagai perlambangan dari kemakmuran. Dengan memakan makanan tersebut, diharapkan seluruh umat Tionghoa bisa mendapatkan kemakmuran, kesehatan dan umur yang panjang.

Penampilan Barongsai di perayaan Cap Go Meh Kota Madiun (Foto: Jihan | IndonesiaBagus.co.id)

Madiun, Jawa Timur – Ratusan umat Tionghoa menghadiri acara Malam Kesenian Dalam Rangka Memperingati Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh yang diadakan di Gedung Serbaguna Tri Dharma Kota Madiun, Sabtu malam (8/2/2020).

Acara ini diselenggarakan oleh Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hwie Ing Kiong dan dihadiri oleh Wali Kota Madiun, Ketua TITD Hwie Ing Kiong Kota Madiun, serta tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat. Acara dimulai pukul 19.00 WIB, seluruh tamu dan undangan dihibur oleh penampilan Barongsai dan Liang Liong (Tari Naga) binaan TITD Hwie Ing Kiong. Anak-anak berlarian menghampiri para barongsai yang berjalan menuju tengah-tengah para tamu dan undangan. Mereka tampak bersemangat untuk melihat barongsai dari dekat. Bahkan, beberapa anak memberikan angpau kepada para barongsai.

Penampilan Liang Liong di perayaan Cap Go Meh Kota Madiun (Foto: Jihan | IndonesiaBagus.co.id)

Perayaan Cap Go Meh tahun ini tergolong meriah, karena pihak TITD Hwie Ing Kiong menggabungkannya dengan acara peringatan Imlek. Hal ini terjadi karena para pengurus terlibat dalam Festival Peceland yang diadakan pemerintah Kota Madiun dalam rangka peringatan Tahun Baru Imlek. Setelah Ketua Panitia, Ketua TITD Hwie Ing Kiong dan Wali Kota Madiun memberikan sambutan, seluruh tamu dan undangan mulai menyantap hidangan yang telah disediakan.

Baca juga: Barongsai Mitra Harapan Semarakkan Perayaan Imlek Kota Madiun

Disela-sela acara, para tamu dan undangan dihibur oleh penampilan dari siswa dari Sekolah Nasional Tiga Bahasa Mitra Harapan Kota Madiun. Seluruh siswa, dari jenjang TK hingga SMP begantian dalam menghibur para tamu dan undangan. Seperti pada tradisi imlek pada umumnya, di akhir acara, pembawa acara membagikan angpao kepada anak-anak yang hadir. Acara ditutup dengan acara menyanyi bersama oleh para tamu dan undangan yang hadir.

Foto bersama Walikota Madiun, Bapak Maidi di perayaan Cap Go Meh Kota Madiun (Foto: Jihan | IndonesiaBagus.co.id)

“Kegiatan Cap Go Meh pada malam hari ini adalah untuk memperingati berakhirnya suasana Imlek. Harapan kami ditahun yang baru ini tetap ada kehangatan dan kerukunan antar sesama pengurus dan elemen masyarakat.” Ujar Kharisma, ketua panitia perayaan Imlek dan Cap Go Meh TITD Hwie Ing Kiong saat ditemui di akhir acara. “Dalam lingkup yang lebih luas, kami juga berharap negara kita bisa lebih damai, aman dan tentram dari tahun-tahun sebelumnya.” Tambahnya. (IB)