Gelar Dongkrek, Eathouse Cafe Jaga Kesenian yang “Hampir” Punah

Pemain musik pengiring Kesenian Dongkrek (FOTO: Andri / IndonesiaBagus.co.id)

Caruban, Kabupaten Madiun – Setelah sukses dengan pertunjukan wayang kulit pada hari sebelumnya, Eathouse Galery Budaya & Cafe kembali menggelar pertunjukan budaya “Kesenian Dongkrek”, Minggu sore (8/12/2019).

Pertunjukan kesenian asli Caruban, Kabupaten Madiun tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat sekitar dan memenuhi halaman parkir Cafe milik Musa Hendri yang juga dikenal sebagai salah satu penggiat budaya di Kabupaten Madiun tersebut.

Dongkrek adalah kesenian asli Kabupaten Madiun yang "hampir" punah (FOTO: Andri / IndonesiaBagus.co.id)

Pertunjukan Kesenian Dongkrek yang “hampir” punah ini dibawakan oleh Perkumpulan Sendra Tari Dongkrek Palangan yang berasal dari Desa Sanggrahan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Perkumpulan Sendra Tari Dongkrek Palangan tersebut memang sengaja digandeng oleh Musa Hendri untuk menjaga eksistensi Kesenian Dongkrek agar tetap lestari dan tetap menjadi kebanggaan Kabupaten Madiun.

Baca juga : Pagelaran Seni Dongkrek Mejayan

“Eksistensi budaya lokal seperti kesenian Dongkrek ini mesti kita jaga, agar tidak tenggelam oleh arus perkembangan jaman. Dan kesenian-kesenian semacam ini harus diperkenalkan kepada generasi muda.” Pungkas Musa Hendri saat ditemui oleh IndonesiaBagus.co.id di Eathouse Galery Budaya & Cafe.

Roro Ayu dan Roro Perot, dua tokoh dalam Kesenian Dongkrek (FOTO: Andri / IndonesiaBagus.co.id)

Meskipun digelar di halaman parkir dan dibalut dengan kesederhanaan, tapi pertunjukan Dongkrek yang dibawakan dengan sangat apik oleh Perkumpulan Sendra Tari Dongkrek Palangan tersebut mampu menghipnotis para pengunjung hingga akhir acara.

“Kalau bukan kita yang menjaga dan peduli dengan kelestarian budaya lokal semacam ini, lalu siapa lagi ?” Tambah Musa Hendri menutup perbincangan. (IB)