Kampung Kauman, Eksistensi Kampung Batik Kuno di Kota Solo

Kampung Wisata Batik Kauman yang terletak di tengah kota Surakarta atau Solo, Jawa Tengah. Lokasinya tak jauh dari Pasar Klewer yang melegenda sebagai salah satu pasar konveksi terbesar di Indonesia, juga dekat dengan Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Masjid Agung Karaton Surakarta.

Salah satu bangunan kuno di Kampung Wisata Batik Kauman. Tertera angka tahun 1828. (Foto: Andri.W | IndonesiaBagus.co.id)

Surakarta, Jawa Tengah – Menyusuri Kampung Wisata Batik Kauman akan membuat traveler merasa kembali ke masa lalu. Beberapa rumah kuno yang masih terawat bentuk aslinya yang mengkombinasikan gaya arsitektur Eropa – Jawa, Joglo, dan Limasan, serta memiliki tembok yang tinggi dan tebal. Masih banyaknya bangunan kuno di kawasan ini sebenarnya tidaklah mengherankan, mengingat Kampung Kauman merupakan salah satu perkampungan tertua di Surakarta yang dibangun untuk pemukiman para Abdi Dalem pada masa Sri Susuhunan Pakubuwono III, Raja Karaton Surakarta Hadiningrat yang memerintah tahun 1749 – 1788. Kampung Kauman ini dibangun berbarengan dengan pembangunan KagunganDalem Mesjid Ageng Karaton Surakarta Hadiningrat (Masjid Agung) yang berada di sebelah barat Alun-alun Utara Karaton Surakarta Hadiningrat.

Beberapa rumah kuno di Kampung Wisata Batik Kauman tersebut kini menjadi galeri-galeri Batik yang memajang dan menjual berbagai macam pakaian dengan motif batik khas Kauman. Batik Kauman memiliki tiga jenis batik, yaitu batik tulis, batik cap, dan batik kombinasi antara batik cap dan tulis. Ciri khas Batik Kauman terletak pada warna-warnanya yang cenderung gelap yaitu cokelat dan hitam. Selain itu, Batik Kauman cenderung melestarikan motif batik klasik, seperti Sidomukti, Sidoluhur, Parang, Truntum, dan sebagainya. Hal ini mengingat sejarah dari Kampung Kauman yang merupakan pemukiman para Abdi Dalem Karaton Surakarta Hadiningrat, sehingga pembuatan batik di Kauman lebih mengacu pada standard kebutuhan sandang dan budaya batik Karaton Surakarta Hadiningrat. Namun, Keklasikan dan ciri khas tersebut menjadi kelebihan dari Batik Kauman, terbukti dari galeri-galeri batik disini menjadi tempat berlangganan para kolektor batik, dari lokal hingga mancanegara.

Galeri Batik Gunawan Setiawan. (Foto: Andri.W | IndonesiaBagus.co.id)

Sebut saja salah satunya “Galeri Batik Gunawan Setiawan” yang diempunyai oleh Gunawan Setiawan, pemilik Rumah Batik Gunawan Setiawan sekaligus ketua Paguyuban Batik Kauman yang memprakarsai kemajuan Wisata Kampung Batik Kauman hingga menjadi seperti sekarang. Di Galeri Batik Gunawan Setiawan ini traveler akan dimanjakan dengan pemandangan berbagai jenis olahan kain batik, dari pakaian hingga bermacam aksesoris bermotif batik. Tidak hanya itu, di galeri ini traveler juga bisa menyaksikan secara langsung proses pembuatan batik. Bahkan, bagi traveler yang tertarik untuk membatik juga bisa belajar disini, tentu saja dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Proses membatik di Galeri Batik Gunawan Setiawan. (Foto: Andri.W | IndonesiaBagus.co.id)

Hanya berjarak sekitar 10 Meter dari Galeri Batik Gunawan Setiawan terdapat galeri batik yang disetting sekaligus sebagai sebuah kedai makanan dan minuman khas Tempoe Doeloe, “Galeri Batik Kaoeman”. Ademnya bangunan bergaya etnik Jawa dengan interior dan ornamen yang kental dengan konsep Tempoe Doeloe juga, seperti meja dan kursi kuno, sepeda tua khas Jawa, lemari antik hingga radio antik yang terpajang akan membuat traveler betah berlama-lama disini. Puas melihat-lihat dan memilih batik, traveler dapat memesan dan menikmati makanan dan minuman Tempoe Doeloe khas Surakarta seperti Gethuk, Serabi, pecel ndeso, beras kencur, gula asem, dawet telasih, temulawak, dan sebagainya.

Salah satu sudut ruangan di Galeri Batik Kaoeman yang berkonsep Jawa Tempoe Doeloe. (Foto: Andri.W | IndonesiaBagus.co.id)

Selain itu, tak lebih 100 Meter dari Galeri Batik Gunawan Setiawan dan Galeri Batik Kaoeman terdapat “Galeri Batik Gunasti”. Selain memajang dan menjual berbagai olahan kain batik komplit dengan aneka aksesoris yang bermotif batik, di galeri ini terdapat sebuah museum mini yang menyimpan koleksi yang berhubungan dengan batik-membatik. Sebut saja diantaranya koleksi batik dengan bermacam motif-motif lawas berikut dengan keterangannya, berbagai jenis batik stamp tertata dengan rapi di Galeri Batik Gunasti ini. Sehingga traveler dapat mengetahui lebih jauh tentang sejarah batik, khususnya Batik Kauman.

Baca juga: Membatik itu Keren

Galeri Batik Gunasti. (Foto: Andri.W | IndonesiaBagus.co.id)

Saat ini di kawasan Kampung Wisata Batik Kauman terdapat lebih dari 40 industri rumah tangga batik dengan ke-khas-annya masing-masing tanpa meninggalkan ciri khas “lawas” dari Batik Kauman. Keindahan Batik Kauman berpadu apik dengan berbagai fasilitas yang disediakan oleh masing-masing galeri, serta ditunjang dengan keramahan yang khas warga Kampung Kauman membuat Kampung Wisata Batik Kauman ini sangat layak untuk dimasukkan kedalam agenda kunjungan para traveler saat berada di kota Surakarta.

Koleksi batik motif lawas di museum Galeri Batik Gunasti. (Foto: Andri.W | IndonesiaBagus.co.id)

Keberadaannya yang sudah sangat dikenal dan lokasi yang tak jauh dari Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Masjid Agung Karaton Surakarta Hadiningrat, Pasar Klewer, Alun-alun Utara (Lor), Pusar Grosir Solo (PGS), dan pusat-pusat pariwisata lainnya yang ada di tengah kota Surakarta membuat Kampung Wisata Batik Kauman ini sangat mudah untuk dijangkau.

Baca juga: Masjid Ageng Karaton Surakarta, Masjid Eksotis Sarat Sejarah

Kampung Wisata Batik Kauman merupakan salah satu pilar utama bagi kota Surakarta sebagai Sorga-nya Batik di tanah Jawa. (IB)