Kirab Budaya Umbul Mantram, Awali Grebeg Sudiro 2020

Menyambut Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Sabtu (25/01/2020), warga Kelurahan Sudiroprajan dan warga Klenteng Tien Kok Sie Pasar Gede, Surakarta, Jawa Tengah, kembali menggelar Grebeg Sudiro yang akan berlangsung selama 10 hari dari tanggal 16 hingga 25 Januari 2020.

Hiburan tari-tarian di depan Kelurahan Sudiroprajan (Foto: Andri.W | IndonesiaBagus.co.id)

Surakarta, Jawa Tengah – Grebeg Sudiro pertama kali diadakan pada tahun 2008 dan berlanjut menjadi agenda rutin tahunan di Kelurahan Sudiroprajan hingga tahun 2020 ini dengan mengusung tema “Bersinergi Merawat Kebhinekaan”. Kegiatan multikulturalisme antara budaya Jawa dan Tionghoa ini bertujuan untuk mempererat hubungan dua etnis yang berbeda, namun telah hidup berdampingan selama puluhan bahkan ratusan tahun. Puncak acara Grebeg Sudiro akan digelar pada hari Minggu (19/01/2020), yang mana acara tersebut dipusatkan di kawasan Klenteng Tien Kok Sie dan sekitaran Pasar Gede Kota Surakarta.

Kirab Budaya Umbul Mantram 2020 (Foto: Andri.W | IndonesiaBagus.co.id)

Rangkaian panjang acara Grebeg Sudiro diawali dengan digelarnya Umbul Mantram pada Kamis malam (16/01/2020). Pada acara tersebut penduduk kelurahan Sudiroprajan dan warga Klenteng Tien Kok Sie melakukan kirab mengelilingi wilayah Kelurahan Sudiroprajan sembari membawa sepasang gunungan, kemudian sesampainya di depan Kantor Kelurahan Sudiroprajan melakukan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Basuki Teguh Yuwono (salah satu pendiri dan pemimpin “Padepokan dan Museum Keris Brojobuwono”, Karanganyar).

Baca juga: Sekaten, Ribuan Orang Berebut Gunungan di Karaton Surakarta

Doa bersama peserta Kirab Budaya Umbul Mantram 2020 dan Masyarakat (Foto: Andri.W | IndonesiaBagus.co.id)

Usai kirab dan doa, sepasang Gunungan yang masing – masing berisi hasil bumi (Gunungan Perempuan) dan makanan hasil olahan (Gunungan Laki – laki) diperebutkan oleh seluruh warga Kelurahan Sudiroprajan. Selain itu, masing – masing Rukun Warga yang ada di Kelurahan Sudiroprajan juga membawa jodang berisi makanan khas Sudiroprajan yang kemudian dimakan bersama – sama oleh seluruh warga Kelurahan Sudiroprajan.

Sepasang Gunungan Umbul Mantram (Foto: Andri.W | IndonesiaBagus.co.id)

“Umbul Mantram adalah wujud rasa hormat dan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan YME, kepada Alam dan Lingkungan, dan atas hubungan baik antar sesama sebagai manusia.” jelas Bapak Basuki saat diwawancarai oleh IndonesiaBagus.co.id.

Baca juga: Karaton Kasunanan Surakarta Gelar Grebeg Besar Gunungan

Pemandangan kebersamaan dan kerukunan dua etnis tersaji nyata di gelaran acara yang penuh khidmat ini. Bersama mereka bergembira dan berbahagia tanpa sekat. Sebuah wujud kebhinekaan yang sangat layak untuk diteladani dan dilestarikan di masa sekarang. (IB)