Kyai Dhanalaya, Kayu Jati Legendaris di Taman Museum Karaton Surakarta

Surakarta, Jawa Tengah – Kayu Jati Kyai Dhanalaya berada di dalam area taman Museum Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, di dekat Sumur Songo, tempat bertapanya Sri Susuhunan Pakoe Boewono IX. Museum ini terletak di Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah.

Kayu Jati Kyai Dhanalaya, sisa pembuatan Canthik Kyai Rajamala (FOTO: Andri / IndonesiaBagus.co.id)

Kayu Jati Kyai Dhanalaya ini merupakan sisa dari pohon jati alas (hutan) Donoloyo yang ditebang oleh Sri Susuhunan Pakoe boewono V saat akan membuat dua buah Canthik Kyai Rajamala. Kedua Canthik Rajamala tersebut dipasang pada halauan dan buritan perahu milik Karaton Surakarta Hadiningrat yang konon berukuran panjang sekitar 68 Meter dan lebar sekitar 6,5 Meter. Kapal megah tersebut digunakan oleh Pakoe Boewono V melakukan perjalanan ke Madura dan melamar Putri Kerajaan Madura untuk dijadikan Garwa Prameswari.

Baca juga : Sumur Songo, Air Awet Muda di Tengah Museum Megah

Menurut serat Pratelan Wontenanipun Candhi, Reca, Patilsan, Padusan Sasamipun ing Karesidhenan Surakarta (1930an), kapal tersebut juga kerap digunakan oleh Sri Susuhunan Pakoe Boewono IX (1861-1893) dan Sri Susuhunan Pakoe Boewono X (1893-1939) untuk berekreasi ke Pesanggarahan Langenharjo melalui Bengawan Solo. Pesanggarahan Langenharjo sendiri berjarak sekitar tujuh kilometer dari Karaton Surakarta Hadiningrat.

Canthik Kyai Rajamala di Museum Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (FOTO: Andri / IndonesiaBagus.co.id)

Kayu Jati Kyai Dhanalaya berasal dari alas (hutan) jati Donoloyo di Desa Watusono, Slogohimo, Wonogiri, Jawa Tengah. Konon, Hutan jati yang dikeramatkan oleh masyarakat sekitar ini, dahulu merupakan pemasok kayu jati utama untuk kerajaan Majapahit.

Nama Donoloyo berasal dari salah seorang laskar Majapahit, bernama Ki Ageng Donoloyo yang saat itu dengan sengaja menanam pohon jati pertama sebagai cikal bakal dari hutan jati Donoloyo, yang kemudian digunakan sebagai bahan pembangunan Kerajaan Majapahit. Bahkan, setelah Kerajaan Majapahit runtuh, kayu jati dari hutan ini masih digunakan pada era Wali Songo, tepatnya untuk digunakan sebagai soko (Penopang) pembangunan Masjid Demak.

Baca juga : Menelusuri Museum Keraton Surakarta

Keistimewaan Kayu jati alas Donoloyo adalah tidak mudah lapuk meski sudah berumur puluhan bahkan ratusan tahun, sehingga tak mengherankan apabila kayu legendaris ini menjadi langganan kerajaan-kerajaan di masa lalu. Termasuk juga Karaton Surakarta Hadiningrat menggunakan kayu jati alas Donoloyo sebagai bahan pembuatan Canthik Kyai Rajamala dan bahan pembangunan Karaton Surakarta. Buktinya, Anda masih bisa menyaksikan keberadaan Canthik Kyai Rajamala di Museum Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Museum Radya Pustaka, kota Surakarta. Pun tak ketinggalan Kayu Jati Kyai Dhanalaya, sisa pembuatan Canthik Kyai Rajamala masih kokoh berdiri hingga saat ini di taman Museum Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. (IB)