Petilasan Eyang Bancolono, Ziarah di Tengah Pesona Gunung Lawu

Petilasan Eyang Bancolono berada di lereng Gunung Lawu, di jalur lintas Cemoro Sewu – Cemoro Kandang, tepat di bawah jembatan yang menjadi batas antara Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. Atau secara administratif berada di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Petilasan Eyang bancolono (Foto: Andri.W | IndonesiaBagus.co.id)

Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah – Petilasan yang dikelilingi oleh pepohonan besar dan tua tersebut udah terkenal seantero negeri. Mulai dari masyarakat biasa hingga pejabat tinggi pernah mengunjungi tempat ini. Kepercayaan masyarakat tentang berkah yang bisa didapatkan lewat lelaku doa di Petilasan Eyang Bancolono telah melekat sejak lama. Bersamaan dengan kunjungan tim IndonesiaBagus.co.id ke tempat ini, kami bertemu beberapa orang yang sengaja datang kesini dengan tujuan yang berbeda. Salah satunya adalah berdoa memohon perlindungan dari gangguan mahluk gaib. Selain itu, pengunjung lain berharap mendapatkan berkah berupa kenaikan pangkat atau kelancaran dalam karirnya.

Jika beruntung, Anda bisa berjumpa dengan sekawanan monyet lawu di kawasan Petilasan Eyang Bancolono (Foto: Andri.W | IndonesiaBagus.co.id)

Menurut penuturan masyarakat sekitar berdasar kisah yang mereka yakini bahwa Petilasan Eyang Bancolono ini merupakan tempat Raja Brawijaya V beserta keluarga dan pengawalnya untuk mensucikan diri sebelum naik ke puncak Gunung Lawu. Eyang Bancolono sendiri dipercaya merupakan Senopati Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Brawijaya V. Beliau ikut menghantar Raja Brawijaya V hingga ke tempat ini, dan kemudian bertapa dan moksa* di petilasan yang sampai sekarang masih terawat dengan baik.

Mas Best Harianto, Penjaga Petilasan Eyang Bancolono (Foto: Andri.W | IndonesiaBagus.co.id)

“Tempat ini adalah tempat untuk berdoa kepada Sang Hyang Widhi atau Sang Pencipta dengan mengikutsertakan restu dari Eyang Bancolono agar doanya dapat segera terkabul, tentu saja lewat usaha yang sepadan oleh orang itu sendiri.” Ujar Mas Best Harianto, penjaga Petilasan Eyang Bancolono. “Disini semua pengunjung diterima dengan baik terlepas dari keyakinan atau Agama yang dianut, selama memiliki tujuan yang baik.”

Terlepas dari percaya atau tidak akan keberkahan yang dapat diperoleh disini, namun Petilasan Eyang Bancolono ini sangat layak untuk dikunjungi saat traveler berada di kawasan Cemoro Sewu atau Cemoro Kandang, Gunung Lawu yang terkenal akan keindahannya tersebut. Jadi, traveler tak hanya menikmati panorama alam Lawu yang mempesona, melainkan juga dapat berwisata sejarah sekaligus berziarah. (IB)

*Moksa adalah meninggal dunia tanpa meninggalkan jasad.