Slamet Barada, Melukis Semenjak Kecil … Karyanya Kini Mendunia

“Generasi muda harus semangat, bersedia untuk bekerja dan berlatih dengan keras …” (Slamet Barada, Pelukis)

Slamet Barada saat ditemui IndonesiaBagus.co.id (Foto: Jenar | IndonesiaBagus.co.id)

Surakarta, Jawa Tengah – Mengunjungi galeri lukis seorang pelukis terkenal seakan membuat mata termanjakan oleh deretan lukisan indah, dan bahkan terkesan hidup. Pun demikian saat IndonesiaBagus.co.id bertandang ke Galeri Lukis Slamet Barada yang terletak di jalan Yos Sudarso no. 351, Kelurahan Donokusuman, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta. Saat diwawancarai, pelukis kenamaan kota Surakarta tersebut dengan sangat antusias menceritakan lika-liku perjalanan hidupnya sebagai seorang pelukis.

Slamet Barada mengawali kiprahnya sebagai pelukis ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar dengan dibawah bimbingan beberapa pelukis di sekitar tempat tinggalnya. Akhirnya, melukis dijadikan aktivitas harian yang yang membuat kemampuan Barada kecil semakin terasah dan mahir.

Pria kelahiran Yogyakarta, 16 Juni 1952 tersebut dengan lugas menceritakan berbagai kenangan tak terlupakan selama menekuni seni lukis, salah satunya adalah memenuhi beberapa permintaan untuk melukis model tanpa busana. Lebih jauh kebelakang, pada medio dasawarsa 1960-an, Slamet Barada mengalami kenangan buruk dimana para pelukis di Surakarta banyak yang diculik oleh PKI dan tak pernah ditemukan kembali. Saat itu, Slamet Barada yang masih berumur 12 tahun begitu ketakutan, namun berhasil selamat karena usia yang tergolong masih sangat muda.

Deretan lukisan yang terpajang di Galeri Slamet Barada (Foto: Jihan | IndonesiaBagus.co.id)

Alumni tahun 1972 Sekolah Teknik Negeri Surakarta ini menuruti panggilan jiwanya sebagai pelukis dengan sepenuh hati. Terbukti sampai sekarang, dari tangan pelukis beraliran realis tersebut telah dihasilkan ribuan lukisan yang tersebar di Indonesia, bahkan mancanegara. Dari sekian banyak lukisannya, lukisan dengan tema Pemandangan dan Panen Padi adalah lukisan yang memakan waktu paling lama dalam pengerjaannya. Hingga mencapai 2 sampai 3 bulan pengerjaan untuk mendapatkan hasil lukisan yang sesuai dengan keinginan.

Slamet Barada dikaruniai 4 orang anak yang seluruhnya mewarisi darah pelukis darinya. Cukup banyak karya anak – anak beliau yang terbang hingga ke luar negeri. Tak heran, masyarakat penikmat seni lukis di Surakarta mengenal keluarganya dengan sebutan “Keluarga Pelukis”. Salah satunya adalah Arifin Barada (anak kedua), yang tak hanya telah mengawali karirnya sebagai seorang pelukis, namun demi memperdalam ilmu lukisnya, sang anak meneruskan pendidikannya di perguruan tinggi dengan mengambil jurusan Seni Rupa di FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Slamet Barada (Paling Kiri) usai acara Temu Perupa di galeri lukisnya (Foto: Jihan | IndonesiaBagus.co.id)

Di usianya yang kian senja, Slamet Barada tetap setia menjalani aktivitasnya sebagai seorang pelukis. Beliau-pun tak segan menerima pesanan lukis sesuai permintaan. Penikmat lukisannya berasal dari berbagai kalangan, dari pengusaha (dari dalam maupun luar negeri), spiritualis hingga tokoh politik.

Baca juga: Potret Temu Perupa di Galeri Lukis Slamet Barada

“Generasi muda harus semangat, bersedia untuk bekerja dan berlatih dengan keras. Khususnya untuk muda mudi yang menekuni seni lukis, harus mau belajar, berlatih terus – menerus, selalu berusaha dan berdoa untuk meningkatkan kemampuan.” Pesan Slamet Barada untuk generasi muda yang menekuni dunia lukis. “Setiap hari harus menyisihkan waktu untuk melukis. Selalu awali hari dengan kuas dan kanvas, karena konsistensi dalam berlatih akan semakin mempertajam kemampuan melukis.” Tambahnya menutup perbincangan dengan IndonesiaBagus.co.id. (IB)